Kamis, 16 Februari 2017

Makalah Arsip dan Peranannya



BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar belakang
              Selama ini seringkali arsip yang dilihat seperti dokumen atau sehelai kertas yang tidak mempunyai arti dan makna yang sangat penting. Ia hanya diartikan sebagai kertas atau dokumen masa lampau yang tidak ada kaitannya dengan masa kini. Padahal arsip merupakan suatu dokumen atau surat-surat atau sehelai kertas atau warkat yang mempunyai nilai guna dan dapat digunakan kembali apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh organisasi. Arsip sangat membantu suatu organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
Semua organisasi atau perusahaan pasti memerlukan suatu unit untuk mengelola sesuatu yang ada hubungannya dengan kegiatan administrasi. Oganisasi pasti akan menghasilkan atau memproduksi sebuah surat, formulir, dan laporan. Suatu surat,formulir, dan laporan yang dihasilkan dan akan diterima oleh suatu kantor pasti akan berhubungan dengan kearsipan. Dan aktivitas suatu organisasi tidak akan terlepas dari yang namanya arsip.
Menurut kamus administrasi perkantoran, arsip adalah kumpulan warkat yang disimpan karena mempunyai nilai guna sehingga bisa digunakan kembali apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Dan kearsipan merupakan kegiatan penyimpanan arsip dalam suatu tempat secara tertib menurut system, susunan, dan tata cara yang telah ditentukan sehingga pertumbuhan arsip tersebut dapat dikendalikan dan bila diperlukan bisa digunakan kembali dan pencarian arsip dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Dalam suatu organisasi arsip mempunyai peranan sebagai memori suatu organisasi, karena karyawan dalam suatu organisasi mempunyai memori ingatan yang terbatas, sehingga suatu saat arsip berperan sebagai wadah informasi dan barang bukti. Dan arsip juga memiliki peran sebagai kegiatan manajemen yang dapat menentukan suatu organisasi dalam mencapai tujuannya.
System pengelolaan dalam arsip meliputi kegiatan pengumpulan dokumen atau surat, pemeriksaan terhadap arsip, penentuan kata tangkap dari arsip tersebut, pemberian kode, penyortiran, penempatan, pemeliharaan arsip, juga cara penyingkiran dan pemusnahan untuk dokumen atau surat atau arsip yang sudah tidak mempunyai nilai guna atau arsip non essential yang sudah tidak digunakan lagi.
Mengingat peranan arsip dalam suatu organisasi sangat penting, maka pengelolaan arsip dalam suatu organisasi haruslah baik dan benar, karena jika pengelolaan kurang baik maka akan mengakibatkan organisasi sulit memperoleh dan menerima informasi baik dari dalam organisasi (intern) atau dari luar kantor (ekstern) sehingga akan menghambat tahapan proses pekerjaan selanjutnya. Mengingat sebelumnya telah dijelaskan bahwa arsip mempunyai peranan sangat penting bagi suatu organisasi karena arsip merupakan memori dan alat bukti suatu organisasi. Maka dari itu di makalah ini akan di jelaskan berbagai peranan arsip dalam organisasi atau satuan pendidikan itu sendiri.

B.   Rumusan Masalah
§  Bagaimana pengertian Arsip, Dokumentasi, Perpustakaan dan Museum.?
§  Bagaimana Peranan Arsip.?
§  Bagaimana definisi dari Beberapa istilah dalam kerasipan.?

C.   Tujuan
*     Agar dapat mengetahui bagaimana pengertian Arsip, Dokumentasi, Perpustakaan, dan Museum.
*     Agar dapat mengetahui peranan Arsip.
*     Agar dapat mengetahui definisi dari beberapa istilah dalam kearsipan.

D.   Manfaat
Manajemen kearsipan adalah perencanaan, pengawasan, pengarahan, pengorganisasian,  pelatihan, pengembangan dan aktivitas manajerial lain yang ditujukan atas kegiatan penciptaan, pemeliharaan, penggunaan dan penyusutan arsip dengan maksud untuk mencapai dokumentasi yang baik dan sesuai dengan kebijakan dan transaksi (kejadian, peristiwa, kegiatan) yang riil, dan manajemen operasi organisasi yang efektif dan ekonomis/efisien.
BAB II
PEMBAHSAN

2.1 Pengertian Arsip, Dokumentasi, Perpustakaan dan Museum

A.    Pengertian istilah Arsip
            Istilah arsip dalam bahasa belanda disebut  Archive berasal dari bahasa yunani, yaitu Arche yang berarti permulaan ,kemudian dari kata Arche berkembang menjadi kata ‘’archia’’ berolah lagi menjadi kata ‘’ta archia ‘’ yang berarti ‘’ gedung pemerintahan’’sedangkan dari bahsa latin kita mengenal kata ‘’archivum’’ chartularius tabularium dan archarium. Dari kata inilah timbul kata arsip ini ,sedangkan pentingnya peranan arsip ini sudah dikenal dalam kehidupan kemasyarakatan sejak jaman romawi sampai dewasa ini kita masih mengenal karaya-karya dramawan yunani kuno seperti Sophocles, Archillus, empides Socrates dan catatan rekor pertandingan onlimpiade dalam zaman itu ditulis pada Papyrus, sehingga kita dapat menggambarkan saat ini kehidupan manusia di masa yang telah lalu. Pada umumnya masyarakat Indonesia belum jelas apa yang dimaksudkan dengan kata ‘arsip’’ dan bagaimana perananya sebenarnya.
Supaya pengertian arsip ini seragam dan lebih jelas terutama bagi mahasiswa maka sebaiknya pengertian arsip ini didasarkan pada undang-undang nomor 7 tahun 1971 pasal 1 yang berbunyi sebagai berikut.
a.       Naskah- naskah yang dibuat dan diterima oleh lembaga-lembaga Negara dan badan-badan pemerintahan dalam bentuk corak apapun baik dalam keadaan tunggal maupun kelompok dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan
b.      Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh badan-badan swasta dan/atau perorangan dalam bentuk corak –corak apapun ,baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan .
Berdasarkan undang –undang nomor 7 tahun 1971 pasal 1 ini lebih jelaslah bahwa yang membuat atau menerima arsip itu adalah bukan hanya lembaga-lembaga Negara atau badan pemerintah tetapi juga swasta. Ini berarti bahwa badan swasta harus menerbitkan atau memeprbaiki sistim kearsipan dalam rangka kehidupan kebangsaan.
Menurut Dr. The Liang Gie dalam bukunya Administrasi Perkantoran Modern, arsip adalah suatu kumpulan dokumen yang disimpan secara sistematis karena mempunyai suatu kegunaan agar setiap kali diperlukan dapat secara cepat ditemukan kembali.
Menurut Kamus Administrasi Perkantoran, arsip adalah kumpulan dokumen yang disimpan secara teratur berencana karena mempunyai suatu kegunaan agar setiap kali diperlukan dapat cepat ditemukan kembali.
Dalam ilmu kesiapan (Archivologi)kita mengenal tiga kata yaitu:
a)      File       = Early Archive
b)      Record  = Pemanen file
c)      Archive = Permanen record (Abubakar, 1996:10).
Kalau kita perbandingkan hal tersebut di Indonesia, maka dapat dijelaskan sebagai berikut.
a)      File       : Arsip aktif yang masih tedapat diunit kerja dan masih diperlukan dalam proses administasi secara aktif , jadi masih secara langsung dipergunakan.
b)      Record    : Arsip in aktif yang oleh unit kerja setelah diadakan seleksi diserahkan penyimpanannya keunit kearsipan pada instansi yang bersangkutan. Arsip in aktif  ini sudah menurun nilai kegunaannya dalam memproses administrasi sehari-hari.
c)      Archive    : Arsip statis yang terdapat di Arsip Nasional RI Pusat atau Arsip Nasional RI Daerah. Jadi dijelaskan bahwa arsip statis adalah arsip-arsip yang tidak secara langsung digunakan dalam penyelenggarakaan Administrasi Negara. Arsip ini merupakan pertanggujawaban Nasional bagi kegiatan Pemerintah dan dinilai gunanya penting untuk generasi yang akan datang.
Hal lain yang juga masih terdapat salah pengertian dalam masyarakat adalah istilah arsip, dokumentasi, prpustakan, dan museum. Bagaimana kaitanya ke-4 istilah ini perlu dijelaskan supaya mendapat gambaran yang sebenarnya.

B.       Dokumnetasi
            Isstilah’’ dokumentasi asal mulanya adalah kata latin ‘’dokumentum yang berarti pengajaran, perumpamaan ,percobaan, piagam. Dan bidang gerak dokumentasi adalah lebih luas daripada kearsipan, perpustakaan dan museum, tetapi ketiga bidang ini sangat erat kaitanya satu sama lain.secara tidak sadar setiap manusia dalam bidang apapun  ia bekerja akan selalu menyangkut bidang dokumntasi ini seperti yang dirumuskan FID ( federation international documentation.) sebagai berikut :
‘’Documenter  c’est reunit, clesser et distuer des documents de tougt genre dans tout les demains de I, activivite humaine ‘’. Jadi menurut rumus ini tugas dokumntasi itu adalah mengumpulkan, mengkalsifikasikan dan menyebarkan semua macam dokumen-dokumen dalam bidan keaktipan kemanusiaan ( humanity )
Jadi berarti dokumentasi menurut Dr. Thyroged adalah tiap-tiap penglihatan ,apakah bentuknya tertulis , photo atau dengan menggunakan peralatan lainya, tetapi secara teknis dapat diartikan bahwa kalau semua penglihatan itu dikumpulkan , ditata dan disiapsedikan untuk dipakai.’’
Sifata ini sama dengan kearsipan ,yaitu kearsipan mempunyai tugas secara umumnya adalah mengumpulkan surat ,mengkalsifikasikan dan disiapkan untuk digunakan bilamana diperlukan . demikian pula bidang perpustakaan, yaitu mengumpulkan buku-buku mengkalsifikasikan dan disiapsedikan untuk dipakai. Sedangkan bidang museum juga mengumpulkan barang-barang kuno, diklasifikasikan untuk digunakan.
Setelah kita memperhatikan rumus dokumentasi tersebut, maka kita dapat menarik kesimpulan, bahwa dokumentasi itu meliputi pula tugas kearsipan , perpustakaan dan kemuseuman, sehingga untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambara berikut.
Bidang dokumentasi dapat dirinci menjadi tiga bagian yaitu :
a.       Dokumentasi literair, meliputi bidang perpustakaan .
b.      Dokumentasi korporil, meliputi bidang museum.
c.       Dokumentasi privat , meliputi bidang kearsipan.
Selanjutnya bidang perpustakaan ini dapat disebut pula dokumentasi public, yaitu dokumentasi yang terbuka untuk umum.hal ini memang sesuai dengan sifata perpustakaan. Buku-buku yang dipinjam dapat dibawa pulang. Sedangkan dokumentasi privat, yaitu dokumentasi yang sifatnya tertutup untuk umum, dan bidang ini termasuk bidang kearsipan. Memang sifat bidang kearsipan dinamis adalah tertutup, artinya siapapun yang tidak berekepentingan tidak diperbolehkan melihat atau meminjam surat atau arsip yang terdapat dalam suatu instasi. Setelah arsip tersebut menjadi statispun masih terdapat batas keterbukaanya untuk umum, arsip statis yang bagaimana dapat diteliti untuk kepentingan ilmu penegetahuan, akan tetapi tidak diperbolehkan dibawa pulang seperti halnya bahan perpustakaan.
Peranan dokumentasi ini memang sangatalah penting dalam setiap kegiatan dalam bidang apapun. Kita sebagai manusia tidak mungkin menegetahui segala-galanya, karena itulah kita dibantu oleh bidang dokumentasi supaya segala sesuatu itu dapat kita ketahui. Seperti pepatah inggris mengatakan ‘’ we know les and less of more and more and know more and more of less and less’’. Memang makin luas materi tersebut, maka makin sedikit yang kita ketahui mengenai materi tersebut, dan sebaliknya makin sedikit materi tersebut, maka akan lebih banyak kita ketahui mengenai materi yang sedikit tersebut. Apalagi karena sifat manusia itu pelupa, sehingga tidak munkinlah kita akan mengetahui semuanya itu, kalau tidak dibantu oleh dokumentasi, yang meliputi kerasipan , perpustakaan museum. Sehubungan dengan ini maka seorang dokumentalis yang ada dalam suatu instansi harus dapat menguasai dan menegetti semua persoalan dalam instansi dimana ia ditugaskan .mereka tidak boleh bersikap tanpa kritik, tetapi justru dengan adanya kritik terhadapnya, mereka harus lebih tanggap dan selalu siap menyediakan bahan up to date yang diminta. Seorang dokumentalis tidak boleh pasif , menunggu perintah lalu bergerak. Sebaliknya mereka harus aktif ,menyiapkan segala-galanya, sehingga kalau ditanya oleh sipemakai mengenai sesuatu setiap saat , selalu dapat disediakan dan tepat waktunya.

C.    Perpustakaan
Perpustakaan berasal dari kata pustaka yang berarti buku atau kitab, mendapat awalan per dan akhiran  an. Perpustakaan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pustaka atau lembaga yang pekerjaanya menghimpun pustaka dan menyediakan sarana agar orang dapat memanfaatkan pustakan yang dihimpunya. ( daryanto, 1986) atau juga dapat diartikan ‘’ perpustakaan merupakan unit kerja uang mengumpulkan , menyimpan dan memliharadan  mengelola pemanfaatan koleksi bahan pustaka dengan menggunakan sistem tertentu yang dipakai sebagai sumber informasi.

a.      Perpustakaan

1.      Terbentuk dengan pengumpulan secara bebas
2.      Pstakawan ( librarian )
3.      Buku daoat secara kebetulan menyangkut kegiatan instansi tersebut
4.      Bebas bergerak
5.      Dibentuk secara sadar antara lain dengan cara membeli, permintaan
6.      Dapat digunakan oleh semua pejabat atau pegawai instansi masing-masing yang memepunyai minat membacanya.



b.      Kearsipan
1.      Terbentuk secara organis ( proses admintrasi atau kegiatan dalam admintasi )
2.      Arsipirasi ( archivist) . seorang arsip paris tidak dipengaruhi oleh dokumen ( arsip ) dalam membentuk unit kearsipan
3.      Arsip tersebut secara wajar ( pasti ) menyangkut instansi yang bersangkutan dan digunakan atau diolah oleh instansi yang bersangkutan dalam memproses kegiatanya.
4.      Tidak bebas bergerak ( terbatas ) di sesuaikan dengan lingkunganya
5.      Dibentuk dan berkemabang dengan tidak dipengaruhi arsiparis, sesuai pula dengan fungsi dan kegiatan.
6.      Digunakan hanya untuk pejabat atau para pegawai dalam instansi masing-masing untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi dalam kegiatan admintrasi sehari-hari .arsip dinamis tertutup untuk pejabat atau pegawai instansi lain.


D.    Pengertian Museum
Museum adalah suatu tempat pengumpulan , penyimpanan dan pemeliharaan benda-benda purbakal, naskah-naskah kuno yang merupakan ‘’ momentm bathin’’ yang bernilai tinggi yang dapat menghubungkan generasi jauh sebelum kita ini dengan generasi masa kini dan masa yang akan datang . naskah kuno ini merupakan pula jembatan antara generasi zaman dulu dengan generasi zaman sekarang dan yang akan datang.
Selain itu pila naskah–naskah kuno tersebut dapat pula mencerminkan atau menggambarkan kepribadian bangsa kita  dapat mengenal kebudayaan nasional Indonesia.

2.2.  Peranan Arsip
Kerasipan mempunyai peranan sebagai pusat ingatan ‘’ ‘’ sebagai sumber informasi’’, dan ‘’sebagai  alat pengawasan ‘’, yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka kegiatan perencanaan, pengembnagan, penganalisaan, perumusan ,kebijakan, pengambilan keputusan, pembuatan laporan pertanggung jawaban, penilaian dan pengendalian setepat-tepatnya.
Setiap kegiatan tersebut baik dalam organisasi pemerintahan maupun swasta selalu ada kaitanya dengan  masalah arsip.
Arsip ini mempunyai peranan penting dalam proses penyajian informasi bagi pimpinan untuk membuat keputusan dan merumskan kebijakan, oleh sebab itu untuk dapat menyajikan informasi yang lengkap , cepat, tepat dan benar haruslah ada sistem dan prosedur kerja yang baik dibidang kearsipan.
Sehubungan dengan peran dari kearsipan ini sugiarto dan wahyono ( 2005: 9 ) menyimpulkan beberapa peran dan fungsi kearsipan sebagai berikut :
a.       Arsip sebagai sumber ingatan atau memori
b.      Sebagai bahan pengambilan keputusan
c.       Sebagai bukti atau legalitas.
d.      Sebagai rujukan historis
e.       Sebagai bahan untuk penelitian ilmiah.
Dari uraian diatasn tampak bahwa betapa pentingnya kerasipan, baik sebagai alat untuk membantu daya ingatan manusia, maupun dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pelaksanaan kehidupan kebangsaan .
Mengingat pentingnya peranan kearsipan sepeerti disebutka diatas maka untuk melaksanakan tugas pemerintahan dan tugas pembangunan dengan baik perlu diusahakan peningkatan dan penyempurnaan kerasipan secara optimal agar dapat berfungsi dengan baik, berdaya guna ( efisien) dan berhasil guna ( efektif ).

2.3 Beberapa istilah dalam kerasipan
a.  Arsip dinamis adalah arsip yang masih diperlukan secara langsung dalam perencanaan ,pelaksanaan , dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umunya.
Arsip dinamis dilihat dari kegunaanya dibedakan atas:
1.      Arsip aktif
2.      Arsip inaktif
b.        Arsip statis yaitu arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan, pelaksanaan ,penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umunya untuk penyelenggaraan administrasi sehari-hari.
c.         File
d.        Indeks adalah sarana penemuan kembali surat dengan cara mengidentifikasi surat melalui penunjukan suatu tanda pengenal yang dapat membedakan surat tersebut dengan yang lainya.
e.         Kartu kendali yaitu isian ( kartu ) untuk mencatat surat-surat yang masuk/keluar yang tergolong surat penting. Disamping berfungsi sebagai pencatat surat, juga berfungsi sebagai alat penyampaian surat dan penemuan kembali arsip kartu kendali terdiri atasa 3 warna: putih, kuning da merah muda.
f.         Kode adalah tanda yang terdiri dari gabungan huruf dan angka untuk membedakan antara beberapa masalah yang terdapat dalam pola klasifikasi arsip.
g.        Lembar pengantar surat rutin adalah formulir yang dipergunakan untuk mencatat dan menyampaikan surat-surat biasa dari unit kearsipan ke unit pengolah.
h.        Pengarah surat adalah unit/staf yang bertugas menentukan kepada pengolah mana surat yang bersangkutan harus disampaikan.
i.          Pengolah adalah unit/staf yang bertugas melakukan penggarapan masalah isi surat.
j.          Penata arsip adalah staf yang bertugas menyimpan surat-surat ( arsip ) dan memelihara arsip.
k.        Pola klasifikasi arsip adalah pengelompokan arsip berdasarkan masalah khusus yang berfungsi sebagai kode.
l.          Surat penting adalah surat yang isinya mengikat dan memerlukan tidak lanjut atau merupakan kebijksanaan departemen ,apabila terlambat penyampaianya atau hilang akan mengganggu kelancaran pekerjaan.
m.      Formolir peminjaman adalah formolir yang digunakan untuk meminjam arsip, diisi rangka 2 ( dua ) ,1 ( satu ) disimpan untuk menggantikan arsip yang dipinjam , dan 1 ( satu ) disimpan oleh petugas peminjaman arsip sebagai penegendalian peminjaman.
n.        Formolir penyalinan arsip ialah formolir permohonan penyalinan arsip yang diisi oleh unit/ staf yang memerlukan informasi suatu arsip yang disalin.
o.        Indeks relatif adalah daftar masalah yang terdapat dalam pola klasifikasi yang disusun secara abjad masalah dan kodenya.
p.        Jadwal retensi  arsip ialah pedoman tentang jangka waktu penyimpanan arsip sesuai dengan nilai kegunaanya dan sebagai dasar penyelenggaraan , pemusnahan, dan penyerahan arsip ke arsip nasional.
q.        Penyusutan arsip adalah proses kegiatan penyiangan arsip/berkas untuk memisahkan arsip aktif dari arsip inaktif serta menyingkirkan arsip-arsip yang tidak berguna berdasarkan jadwal retensi arsip.
r.          Penyerahan arsip adalah pengalihan wewnang penyimpanan, pemiliharaan dan pengurusan arsip statis dari lembaga-lembaga Negara, badan pemerintahan, badan swasta dan perorangan  kepada arsip nasional RI arsip nasional daerah.
s.         Pemusnahan arsip adalah proses kegiatan penghancuran arsip yang tidak diperlukan lagi baik oleh instansi yang bersangkutan maupun arsip nasional.
BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan

Secara bahasa, Arsip mengalami perkembangan.Dalambahasa Belanda disebut archief, dalam bahasa Inggris disebut archive berasal dari bahasa Yunani, yaitu Arche yang berarti permulaan. Kemudian dari kata arche berkembang menjadi kata “ta archia” yang berarti catatan. Selanjutnya kata “ta archia” berubah lagi menjadi kata “archeon” yang berati “gedung pemerintahan”.
Peranan arsipsebagai “pusat ingatan”, sebagai “sumber informasi”, dan sebagai “alat pengawasan” yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka kegiatan “perencanaan”, “penganalisaan”, pengembangan, dan perumusan kebijaksanaan, pengambilan keputusan, pembuatan laporan, pertanggungjawaban, penilaian dan pengendalian setepat-tepatnya.
Manajemen kearsipan adalah perencanaan, pengawasan, pengarahan, pengorganisasian,  pelatihan, pengembangan dan aktivitas manajerial lain yang ditujukan atas kegiatan penciptaan, pemeliharaan, penggunaan dan penyusutan arsip dengan maksud untuk mencapai dokumentasi yang baik dan sesuai dengan kebijakan dan transaksi (kejadian, peristiwa, kegiatan) yang riil, dan manajemen operasi organisasi yang efektif dan ekonomis/efisien
Ada dua macam daur hidup arsip atau lifecycle, yaitu : life cycle model (model siklus hidup) yang lebih tepat untuk mengelola dokumen kertas secara manual, dan Records Continuum Model (Model Arsip Berkelanjutan) yang lebih tepat guna mengelola arsip elektronis. Fungsi manajemen dalam hal ini adalah mengatur segala yang berhubungan dengan kearsipan berupa pengelolaan arsip itu sendiri dan lingkungan di luar arsip.








DAFTAR PUSTAKA

Lamatenggo Nina dan Polinggapo Muhammad. 2010. Bahan Ajar dan Pengantar Manajemen Kearsipan. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo